Connect with us

Berita

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Terima Kunjungan Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo

Published

on

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima kunjungan Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo (Foto : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co : KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima kunjungan Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo selaku Uskup Umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI). Kunjungan Uskup ke Mabesad, Jakarta didampingi Romo Yos Bintoro, Pr (Kolonel TNI AU) selaku Wakil Uskup, Letjen TNI Pur Yogo Triyono, dan Brigjen TNI Pur Yohanes Wahyu, Selasa (2/4).

Dalam kesempatan itu disampaikan beberapa hal terkait kebutuhan umat Katolik di lingkungan TNI AD dengan kehadiran rohaniwan Katolik (rohkat) berkualifikasi Pastor dan Katekis.

Sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini, Pembinaan Rohkat berkualifikasi Pastor malah belum tersedia di lingkungan TNI AD. Hal tersebut dikarenakan saat rekrutmen Pa PK usia Para Pastor di atas persyaratan masuk dan gelar para Pastor Sarjana Filsafat (S.Fil.) yang belum terakomodir dalam nomenklatur rekruitmen Pa PK.

Organisasi Keuskupan Militer di Indonesia telah ditunjuk oleh Tahta Suci Vatikan sejak 1949 dan diterima Pemerintah RI. Saat itu, Sri Sultan HB IX selaku Menhan Angkatan Perang RI membentuk Unit Rawat Rohani untuk agama-agama dalam APRI (Nov 1949), Imbuh Bapak Uskup.

KSAD didampingi Aspers, Asrena, Kadisbintalad dan Kasubdisbintalrohkat mendukung penyiapan para rohaniwan Pastor dalam rekrutmen Pa PK tahun ini.

“Pembinaan Mental Rohani Katolik bagian dari Pembinaan Mental memang dibutuhkan dengan penyiapan alokasi penerimaan Pa PK dari sumber rohaniwan Katolik berkualifikasi Pastor maupun Katekis. Kami akan siapkan,” kata KSAD.

Menanggapi hal itu, Mgr. Suharyo mengatakan, hanya di TNI AD saja, tenaga rohaniwan berkualifikasi Pastor belum ada. Di AU, AL dan Polri sudah lebih dulu ada.

Romo Yos menambahkan ketika melaksanakan Satgas BKO di Timtim (1998-1999) dan sekarang juga dilibatkan dalam upaya Resolusi Damai di tanah Papua. Letjen TNI Pur Yogo Triyono yang pernah bertugas sebagai Pangdam XVII/Cendrawasih pun menyampaikan kehadiran tenaga Rohaniwan amat vital untuk mendekati dengan hati dan memenangkan pikiran masyarakat Papua.

Jadi tugas TNI AD bukan saja untuk angkat senjata menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk menghadirkan kekuatan lunak (soft power) TNI AD semakin profesional, responsif, integratif dan adaptif menghadapi tantangan tugas TNI yang kian kompleks di masa mendatang.

Setelah saling bertukar cinderamata, KSAD mohon agar gerakan bantuan penyediaan air bersih juga dapat terakomodir dalam kunjungan pastoral Bapak Uskup OCI ke daerah-daerah pelosok mengunjungi satuan TNI yang bertugas di daerah batas negara dan rawan konflik. Semoga kerjasama OCI dan TNI AD semakin meningkatkan kesejahtaraan rohani-jasmani masyarakat pada umumnya dan membawa watak kepribadian umat Katolik di lingkungan TNIAD semakin kokoh, teguh dan menghadirkan watak ksatria yang tulus dan sederhana. (***)

*Rilis, Admin

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Presiden Prabowo: Guru Adalah Pilar Pembangunan Bangsa

Published

on

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jakarta, pada Kamis, 28 November 2024. Foto: BPMI Setpres/Kris

Jakarta, goindonesia.co – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan mendalam kepada para guru dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Jakarta International Velodrome, pada Kamis, 28 November 2024. Presiden menekankan bahwa guru adalah pilar utama pembangunan bangsa, dan pendidikan adalah kunci kebangkitan Indonesia.

“Bagi saya, guru adalah kunci bagi kebangkitan bangsa Indonesia. Guru bagi kita semua adalah tonggak berdirinya sebuah negara. Negara yang berhasil adalah negara yang pendidikannya berhasil,” ujar Presiden di hadapan ribuan guru yang hadir.

Presiden Prabowo turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang murid. Meskipun pernah menjadi murid yang bandel, namun ia tetap dibimbing dengan sabar oleh para gurunya.

“Walaupun mungkin saya dulu sebagai murid termasuk murid yang agak bandel begitu, tapi karena guru-guru saya tidak mau menyerah membimbing saya, akhirnya hari ini saya berdiri di hadapan rakyat Indonesia sebagai Presiden Indonesia,” ungkapnya sambil tersenyum.

Presiden Prabowo menekankan peran guru sebagai pelopor pembangunan bangsa. Ia menyebutkan bahwa sejarah perjuangan Indonesia tak lepas dari peran guru, seperti Ki Hajar Dewantara hingga Panglima TNI pertama yang juga seorang guru.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka. Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

“Kami sadar apa yang kita berikan pengumuman hari ini belum yang saudara-saudara perlukan. Tapi ini adalah upaya kami dan ini akan kami upayakan terus,” ucap Presiden Prabowo dengan suara bergetar penuh haru.

Presiden pun optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dengan pendidikan sebagai pondasinya. Oleh karena itu, Presiden menegaskan pentingnya pemerintahan yang bersih untuk mendukung terciptanya pendidikan berkualitas.

“Saya memberi peringatan korupsi harus berhenti di Republik Indonesia. Kabinet Merah Putih, pemerintah yang saya pimpin tidak akan ada toleransi kepada korupsi dan pencurian dan penyelewengan, berhenti, berhenti, berhenti,” tegas Presiden. (***)

*(BPMI Setpres)

Continue Reading

Berita

Kemenhub Tingkatkan Kerja Sama dengan Kejaksaan Agung Terkait Kapasitas SDM Bidang Hukum

Published

on

Menhub Dudy saat bertemu Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin beserta jajarannya di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta (Foto : @dephub.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan perlunya peningkatan kerja sama dengan Kejaksaan Agung RI dalam kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya yang berkaitan dengan bidang hukum terhadap seluruh jajaran Kemenhub. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan selama ini kerja sama antara Kemenhub dan Kejaksaan Agung telah terjalin dengan baik.

Menhub Dudy menegaskan kesadaran hukum dan tata kelola tidak hanya terletak pada para jajaran pemimpin di Kementerian Perhubungan, namun di semua lini yang ada. Apalagi, kata Menhub, tantangan permasalahan hukum ke depan tentunya lebih berat.

“Kami berharap bantuan dari Kejaksaan Agung RI untuk memberikan pembekalan dan pelatihan secara berkala kepada seluruh instansi Kementerian Perhubungan,” kata Menhub Dudy saat bertemu Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin beserta jajarannya di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (28/11).

Dengan demikian, jelas Menhub, langkah ini dapat menumbuhkan maupun meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum seluruh insan di Kementerian Perhubungan, dalam menjalankan keseluruhan proses kerja yang dilakukan dan menjaga amanah rakyat.

“Selain itu, besar harapan kami, legal assistance yang telah diberikan oleh Kejaksaan Agung RI tidak hanya terbatas pada pendampingan di tahap pelaksanaan suatu proyek, namun pendampingan Kejaksaan Agung RI dapat dilakukan sedini mungkin, sejak proses perencanaan, pengadaan/pelelangan, kontruksi, serta selesainya suatu proyek,” kata Menhub Dudy.

Kementerian Perhubungan selalu membuka diri terhadap saran, kritik, dan masukan dari Kejaksaan Agung RI sebagai mitra strategis Kementerian Perhubungan. Menurut Menhub, pendampingan dari Kejaksaan Agung merupakan langkah preventif untuk mendorong perubahan orientasi, bahwa pencegahan lebih baik dari pada mengobati.

Turut hadir dalam pertemuan ini, para pejabat utama Kejagung serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemenhub. (***)

*Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Continue Reading

Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan Adalah Prioritas Utama Pemerintah

Published

on

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jakarta, pada Kamis, 28 November 2024. Foto: BPMI Setpres/Kris

Jakarta, goindonesia.co – Presiden Prabowo Subianto, menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Jakarta International Velodrome, pada Kamis, 28 November 2024. Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama pemerintahannya, dengan alokasi APBN terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Kami menempatkan pendidikan nomor satu dalam APBN kita. Dan tidak tanggung-tanggung saya kira pertama kali dalam sejarah Indonesia alokasi pendidikan dalam APBN tahun 2025 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, memperbaiki infrastruktur pendidikan, dan mendukung program-program inovatif.

“Kita bertekad setiap rupiah milik rakyat Indonesia harus dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mengalokasikan Rp81,6 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk satu kali gaji pokok untuk guru ASN dan tunjangan profesi sebesar Rp2 juta per bulan untuk guru non-ASN. Selain itu, pemerintah juga menganggarkan Rp17,15 triliun untuk rehabilitasi 10.440 sekolah negeri dan swasta pada tahun 2025.

“Sekolah menurut keyakinan saya adalah pusat pembangunan nasional. Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, harus baik, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh, tidak boleh ada sekolah yang tidak ada wc untuk anak-anaknya,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana pemasangan televisi canggih di seluruh sekolah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan. Melalui teknologi ini, siswa di daerah terpencil diharapkan dapat ikut memperoleh pelajaran berkualitas tinggi.

“Saya minta sabar, tunggulah kurang lebih 3-4 bulan lagi,” tutur Presiden.

Presiden turut menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Presiden juga mengajak semua pihak, termasuk guru, untuk percaya pada komitmen pemerintah.

“Saya telah mengajak semua menteri, semua wakil menteri, semua dirjen, semua pemimpin saya mengajak mereka sekarang sungguh-sungguh, kita harus berjuang, bekerja sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat kita,” ucap Presiden. (***)

*(BPMI Setpres)

Continue Reading

Trending